5 NILAI BUDAYA KERJA KEMENTERIAN AGAMA. 1. INTEGRITAS. 2. PROFESIONALITAS. 3. INOVASI. 4. TANGGUNG JAWAB. 5. KETELADANAN. PELAKSANAAN PTS 2017/2018 TANGGAL 25 SEPTEMBER S/D 2 OKTOBER 2017. Senin, 25 Sept 2017 Bahasa Indonesia dan Qur'an Hadis. Selasa, 26 Sept 2017 Matematika dan Akidah Ahlak. Rabu, 27 Sept 2017 Bahasa Inggris dan Fiqih. Kamis, 28 Sept 2017 IPA dan SKI. Jum'at, 29 Sept 2017 Seni Budaya. Sabtu, 30 Sept 2017 Bahasa Arab dan PKn. Senin, 2 Okt 2017 IPS dan Bahasa Jawa.
Saturday, 12 March 2016, 00:42, oleh admin
Kudus – Memasuki usia ke-38 tahun, MTsN 1 Kudus menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk menyambutnya. Beberapa kegiatan untuk menyambut hari lahir tersebut antara lain Sosialisasi UN, Istighotsah, gelar kreatifitas seni madrasah, donor darah, silaturahmi, dan khatmil Quran. Siang hari ini (11/03) diselenggarakan pembinaan madrasah oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah serta sosialisasi UN. Selain Ahmadi, hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kab Kudus Hambali, KH. M. Ulin Nuha Arwani, Habib Farid Assegaf, dan para wali murid kelas IX.

Kepala MTsN 1 Kudus Ali Musyafak mengharapkan dengan diselenggarakannya kegiatan ini bisa menambah motivasi kepada para murid lekas IX untuk meningkatkan belajarnya sehingga pada saatnya nanti bisa mengikuti ujian dengan baik dan lancar. Selain usaha lahir dengan belajar yang giat, doa kepada Allah swt tidak boleh ditinggalkan karena sekuat apapun upaya manusia tidak akan berhasil tanpa memperoleh hidayah dan inayah-Nya. Ali Musyafak mengatakan, “Murid yang memperoleh Juara 1 se-Kabupaten Kudus akan diberikan hadiah 1 unit sepeda motor dan bagi murid yang memperoleh Juara 1 se-Jawa Tengah akan diberikan hadiah umrah.”

“Mudah-mudahan ini bisa memacu prestasi anak-anak kita,” sambung Ali. Disampaikan pula bahwa yang paling penting adalah akhlak mulia. “Sebagus apapun nilai yang diperoleh tidak akan bisa lulus dari madrasah ini tanpa memiliki akhlak yang mulia.”

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa usia ke-38 ini hendaknya bisa dijadikan sebagai sarana muhasabah untuk perbaikan langkah ke depan. “Untuk itu saya saya secara pribadi dan selalu pimpinan menyampaikan apresiasi upaya lahir dan batin yang telah dilakukan untuk sukses UN UAMBN di MTsN 1 Kudus.”

Pada tahun ini, semakin sedikit madrasah yang terakreditasi dengan nilai C dan akan semakin berkurang pada tahun tahun yang akan datang, rata-rata B dan A. “Ini menunjukkan kualitas madrasah yang semakin baik dan memang lebih baik.” Madrasah memiliki nilai lebih dibanding lembaga pendidikan lain karena di madrasah memiliki ciri khusus agama Islam dan didukung dengan 6 pilar. 1) Pilar keislaman, 2) Pilar keilmuan, 3) Pilar keIndonesiaan, 4) Pilar kemodernan, 5) Pilar kemandirian, dan 6) Pilar keumatan.

Kakanwil meyakini dengan bimbingan guru dan motivasi dari orang tua, para murid madrasah bisa menciptakan produk yang berguna. “Bukan saja mencapai nilai tertinggi, tetapi mampu menemukan hal baru yang belum pernah di lakukan oleh murid lembaga pendidikan lain,” tegas Ahmadi penuh harapan. Dengan usaha yang sungguh-sungguh sebagaimana tema “Erat bersinergi sehat mewujudkan MTsN 1 Kudus yang Barakah,” hal itu menurut Ahmadi akan bisa tercapai, “Tentunya dengan didukung dengan kompetensi para guru dan dukungan serta doa orang tua untuk kemajuan anak anaknya.”

Persaingan dunia ke depan akan semakin tinggi dan nyata dengan dibukanya MEA, maka tidak ada kata lain untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sehingga anak-anak didik dan madrasah kita mampu bersaing. (Kemenag Jateng)








Tags :

Komentar

Arif Friyadi , 13 March 2016 09:44
Semoga selalu berjaya, Madrasahku... Amin...
*
*
*